10 November 2008

Ilmu Yang Pertama Kali Dicabut Dari Muka Bumi Ini



Sabda Rasulullah SAW :
“Pelajarilah ilmu faraidh, karena ia termasuk bagian dari agamamu dan setengah dari ilmu. Ilmu ini adalah ilmu yang akan pertama kali dicabut dari umatku”
(HR. Ibnu Majah, al-Hakim, dan Baihaqi)


Apakah ilmu Faraidh ?

Ilmu Faraidh adalah ilmu waris yang meliputi 3 aspek :
1. Tentang SIAPA yang menjadi ahli waris (penerima harta warisan)
2. Tentang RUMUS PEMBAGIAN untuk setiap ahli waris
3. Tentang CARA MENGHITUNG harta warisan


Mengapa ilmu Faraidh begitu Penting ?

1. Ilmu faraidh adalah setengah dari ilmu yang primer (utama) untuk dipelajari

Ini sesuai dengan hadits dibawah ini :
Sabda Rasulullah SAW : “Pelajarilah ilmu faraidh, karena ia termasuk bagian dari agamamu dan setengah dari ilmu. Ilmu ini adalah ilmu yang akan pertama kali dicabut dari umatku” (HR. Ibnu Majah, al-Hakim, dan Baihaqi)
Dan juga sabda Rasulullah SAW : “Ilmu itu ada tiga, selain yang tiga hanya bersifat tambahan (sekunder), yaitu ayat-ayat muhakkamah (yang jelas ketentuannya), sunnah Nabi saw yang dilaksanakan, dan ilmu faraidh” (HR. Ibnu Majah)

2. Mempelajari ilmu Faraidh mengandung ratusan kebajikan

Al-Futuhiy dalam syarahnya atas buku ‘Ala Muntaha al-Iradah, dan a-lButuhiy dalam syarahnya atas buku al-Iqna : “..mempelajari satu masalah dalam ilmu faraidh mempunyai ratusan kebajikan, sedangkan selainnya hanya sepuluh kebajikan…”

3. Allah swt secara langsung (tidak melalui nabi & rasul) menjelaskan ilmu Faraidh secara rinci kepada umat manusia (dalam al-Qur’an).

Ini seperti tercatat dalam salah satu sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya Allah swt tidak mewakilkan pembagian harta waris kalian kepada seorang nabi atau rasul-Nya maupun raja yang luhur, tetapi Dia menguasakan penjelasannya sehingga membaginya dengan sejelas-jelasnya”
Allah swt juga menjelaskan ilmu Faraidh sedemikian rinci, lengkap dengan rumus pembagian warisan, syarat-syarat ahli waris, dan sekurang-kurangnya ada 9 ayat yang menjelaskan masalah faraidh secara panjang lebar dan rinci dalam al-Qur’an.

4. Ilmu Faraidh adalah ilmu yang pertama kali dicabut sebelum kiamat tiba

Sabda Rasulullah SAW : “Pelajarilah ilmu faraidh serta ajarkanlah kepada orang lain, karena sesungguhnya ilmu faraidh setengahnya ilmu; ia akan dilupakan, dan ia ilmu pertama yang akan diangkat dari umatku” (HR. Ibnu Majah dan ad-Darquthni)

5. Penyebab munculnya dunia yang dipenuhi fitnah
Sabda Rasulullah SAW : “Pelajarilah ilmu faraidh serta ajarkanlah kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (mati), sedang ilmu itu angkat diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan, mereka berdua tidak menemukan seorangpun yang sanggup melerai mereka” (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi, al-Hakim)

6. Penyebab munculnya dunia yang penuh kekacauan dan kerusakan

Penjelasan seorang sahabat Rasul saw, Ibnu Abbas ra, bahwa urgensi menghidupkan ilmu Faraidh tercermin dalam firman Allah swt dalam surat al-Anfaal 8:73, Al-Qur’anul Karim : “Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”


Mengapa Ilmu Faraidh Ditinggalkan ?

1. Pembicaraan mengenai warisan adalah masalah sensitif

Pandangan salah anggota keluarga :
“Orangtua kita sedang sekarat…ini bukan saat yang pantas membicarakan soal harta warisan . . .”
“Ia selalu paling semangat membicarakan warisan. . mungkin ia ingin cepat orangtuanya mati…”
”Orang tuanya belum mati aja sudah pada ribut bicarain warisan..”

2. Masalah pembagian warisan dianggap tidak penting

Pandangan salah calon penghuni kubur :
“Hartaku tidak seberapa, apa yang bisa saya bagi, anakpun saya sudah pada mandiri…”
“Ahh..itukan urusan keturunan saya, nanti saja mereka bicarakan kalau saya sudah dalam kubur..”
“Di lingkungan saya, semuanya soleh, sudah kaya, tidak materialis… kalaupun ada pembagian warisan yang tidak adil, umumnya mereka rela-rela aja… (catatan : pembagian waris bukan persoalan rela tidak rela, tapi pembagian sesuai ketentuan syariah)

3. Karena ilmunya dianggap sudah jelas (mudah dipelajari) namun membosankan untuk dipejari (karena banyak rumus yang rumit), sehingga membuat generasi muda sering enggan mempelajarinya.

Apakah Ilmu Faraidh sudah mulai ditinggalkan umat ?

1. Pandanglah ke sekeliling kita, minimal ke keluarga kita sendiri, hampir tidak ada masalah warisan yang tidak menjadi masalah keluarga. Bukan masalah rela- tidak rela, tapi apakah yang meninggalkan dunia dan yang ditinggalkan oleh yang wafat sudah memahami cara pembagian wasiat menurut syariah atau sudahkan ditinggalkan surat wasiat dengan baik dan benar?

2. Di Malaysia setiap orang wafat tanpa meninggalkan surat wasiat maka harta waris memerlukan proses hukum 5 hingga 10 tahun dan sering akhirnya tidak diproses hingga disita negara. Dilaporkan bahwa di Malaysia ada sekitar Rp. 7 ribu triliun harta waris yang tertunda penyerahannya ke ahli waris karena ahli waris tidak ditinggalkan surat wasiat oleh keluarganya yang wafat.

3. Di Indonesia, ilmu faraidh bisa lebih cepat lagi ditinggalkan umat, karena tanpa meninggalkan surat wasiat yang baik dan benarpun, ahli waris (keluarganya) dengan mudah melakukan pembagian warisan. Yang ada di Indonesia hanya hambatan internal keluarga, sedangkan hambatan hukum relatif lebih mudah diselesaikan bahkan cukup di kantor kecamatan. Hal ini membuat masyarakat semakin tidak merasakan urgensi membuat surat wasiat


Benteng Kasih Sayang Terakhir, Akhirnyapun Jebol

Sungguh benteng terakhir kasih sayang, yang memiliki tali ikatan yang paling kuat adalah tali kasih sayang seseorang kepada orang tuanya, anaknya dan saudara kandungnya. Sungguh masih ada sebutan ’mantan istri’ , tapi tidak untuk ’mantan anak’ atau ’mantan adik’ . Sungguh begitu sering masalah pembagian harta waris menimbulkan banyak perpecahan di keluarga sekitar kita. Seorang abang yang begitu sayangnya pada adiknya, tiba-tiba berubah total dan memandang adiknya sebagai mahluk yang ganas, serakah dan egois ketika almarhum ayahnya meninggal dunia dengan meninggalkan surat wasiat yang menurutnya tidak adil. Bahkan begitu banyak berita fakta di media massa, yang menceritakan seorang anak membunuh ibu kandungnya sendiri karena masalah warisan.

Sungguh jenazah yang didalam kubur ikut menderita dan tersiksa ketika tidak meninggalkan wasiat yang sesuai syariah, atau meninggalkan keluarga yang bertengkar karena warisan, kecuali sang jenazah sudah pernah mengajarkan dan memberitahu keluarganya mengenai ilmu faraidh atau bahwa keluarganya sudah memahami bahwa wasiat yang dibuatnya sudah sesuai dengan faraidh.


Rahasia Shalat Dhuha


Rahasia Shalat Dhuha
Oleh : Amir Faishol Fath

Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat Assyams, Allah berfirman, ''Demi matahari dan demi waktu dhuha.'' Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha.

Pada pembukaannya, Allah berfirman, ''Demi waktu dhuha.'' Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. Benar, waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. Di antara doa Rasulullah SAW: Allahumma baarik ummatii fii bukuurihaa. Artinya, ''Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi.''

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat shalat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu.

Abu Dzar meriwayatkan sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda, ''Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, satu kali membaca tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.'' (HR Muslim).

Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha sampai delapan rakaat.'' (HR Muslim). Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat shalatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. Para ulama hadis merekomendasikan hadis ini kedudukannya hasan.

Jelaslah bahwa shalat Dhuha sangat penting bagi orang beriman. Penting bukan karena--seperti yang banyak dipersepsikan--shalat Dhuha ada hubungannya dengan mencari rezeki, melainkan ia penting karena sumpah Allah SWT dalam Alquran. Maka, sungguh bahagia orang-orang beriman yang memulai waktu paginya dengan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu dilanjutkan dengan shalat Dhuha.




Hikmah
REPUBLIKA

Melepas Jerat Hidup dengan Takwa


Umat Islam telah meraih prestasi besar dalam ramadhan. Latihan iman dan ujian ketakwaan sangat berpengaruh terhadap kepribadian seorang mukmin. Puasa yang ditunaikan selama sebulan penuh dengan segala persyaratan dan konsekuensinya akan menghasilkan iman yang teruji dan ketakwaan yang terlatih. Tiga puluh hari menjalin hubungan akrab dengan Allah Swt. melalui beraneka ragam amal shalih merupakan waktu yang cukup untuk menyadarkan jiwa dan menundukkan hati, sehingga limpahan rahmat dan kasih sayang Allah Swt. tercurah. Buah ketakwaan akan turun dengan segala keberkahan yang menguntungkan dan menenteramkan. Namun kondisi yang masih memperihatinkan, membuat mukmin bertanya-tanya, sudahkah ketakwaan sejati ‘tersibghah’ (tercelupkan) ke dalam tubuh umat, hingga membebaskan mereka dari segala jeratan hidup ?

Beberapa Buah Ketakwaan Sejati

Ketakwaan sejati menjamin banyak buah yang dapat dipetik oleh orang yang membekali dirinya dengannya. Bahkan setiap orang yang ingin sukses, harus memiliki bekal ketakwaan yang sejati, dan takwa itu merupakan bekal yang terbaik (QS. Al-Baqoroh: 197). Berikut ini adalah beberapa buah takwa;

1. Jaminan solusi dari segala problema dan pintu rizki yang melimpah dan tak terduga.

Allah Swt. berfirman; “barang siapa bertakwa kepada Allah, Maka Dia pasti memberinya jalan keluar (dari segala masalah) dan memberinya rizki dari tempat yang tidak disangka-sangka”. (QS. At-Talaq: 2-3)

2. Kemudahan dalam segala urusan.

Allah Swt. berfirman; “ barang siapa bertakwa kepada Allah, Maka Dia pasti memberikan kemudahan dalam segala urusannya”. (QS. At-Talaq: 4)

3. Jaminan pertolongan, kebersamaan dan dukungan dari Allah Swt.


Allah Swt. berfirman; “dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Baqoroh : 194)

4. Jaminan keberkahan dari langit dan bumi.

Allah Swt. berfirman; “Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa niscaya Kami bukakan bagi mereka pintu segala keberkahan dari langit dan bumi”. (QS. Al-A’raf: 96)

5. Jaminan keamanan dan penjagaan dari segala tipu muslihat dan kejahatan musuh.

Allah Swt. berfirman; “Jika kalian bersabar dan bertakwa maka makar dan tipu muslihat mereka tidak akan membahayakan kalian sedikitpun. Sesungguhnya Allah Maha Meliputi atas segala yang mereka kerjakan”. (QS. Ali Imron: 120)

6. Jaminan perlindungan Allah Swt. bagi keturunan dan anak cucu.

Allah Swt. berfirman; “dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah, yang mereka takut akan (kesejahteraan mereka). Oleh karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang benar. (QS. An-nisa’: 9)

7. Penyebab diterimanya amal perbuatan, yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah Swt. berfirman; “sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Maidah: 27)

8. Jaminan selamat dan lindungan dari azab dunia.

Allah Swt. berfirman; “dan Kami Menyelamatkan orang-orang yang beriman lagi bertakwa”. (QS. Fussilat : 18)

9. Penyebab terhapusnya dosa-dosa kecil dan memperbesar pahala.

Allah Swt. berfirman; “barang siapa bertakwa kepada Allah, Maka Dia pasti menghapus dosa-dosanya dan memperbesar pahala baginya”. (QS. At-Talaq : 5)

10. Warisan surga dan derajat yang tinggi di dalamnya.

Allah Swt. berfirman; “itulah surga yang diwariskan bagi hamba-hamba Kami yang bertakwa”. (QS. Maryam: 63)

11. Jaminan persahabatan sejati dan kekal.

Allah Swt. berfirman; “para kekasih pada hari itu (hari kiamat), antara sesama mereka berubah menjadi musuh, kecuali orang-orang yang bertakwa (yang tetap terjalin hubungan kasihnya”. (QS. Az-Zukhruf: 67)

Demikianlah beberapa buah takwa, tidakkah anda ingin memetiknya ?



sumber : Ibnu Kuhafah, Lc



Gugurnya Dosa Bersama Tetesan Air Wudhu


"Abu Nadjih (Amru) bin Abasah Assulamy r.a berkata : Pada masa Jahiliyah, saya merasa bahwa semua manusia dalam kesesatan, karena mereka menyembah berhala. Kemudian saya mendengar berita ; Ada seorang di Mekkah memberi ajaran-ajaran yang baik. Maka saya pergi ke Mekkah, di sana saya dapatkan Rasulullah SAW masih sembunyi-sembunyi, dan kaumnya sangat congkak dan menentang padanya.

Maka saya berdaya-upaya hingga dapat menemuinya, dan bertanya kepadanya : "Siapakah kau ini ?

Jawabnya : Saya Nabi.

Saya tanya : Apakah nabi itu ?
Jawabnya : Allah mengutus saya.

Diutus dengan apakah ?

Jawabnya : Allah mengutus saya supaya menghubungi famili dan menghancurkan berhala, dan meng-Esa-kan Tuhan dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

Saya bertanya : Siapakah yang telah mengikuti engkau atas ajaran itu ?
Jawabnya : Seorang merdeka dan seorang hamba sahaya ( Abubakar dan Bilal ).

Saya berkata : Saya akan mengikuti kau. Jawabnya : Tidak dapat kalau sekarang, tidakkah kau perhatikan keadaan orang-orang yang menentang kepadaku, tetapi pulanglah kembali ke kampung, kemudian jika telah mendengar berita kemenanganku, maka datanglah kepadaku. Maka segera saya pulang kembali ke kampung, hingga hijrah Rasulullah SAW ke Madinah, dan saya ketika itu masih terus mencari berita, hingga bertemu beberapa orang dari familiku yang baru kembali dari Madinah, maka saya bertanya : Bagaimana kabar orang yang baru datang ke kota Madinah itu ? Jawab mereka : Orang-orang pada menyambutnya dengan baik, meskipun ia akan dibunuh oleh kaumnya, tetapi tidak dapat. Maka berangkatlah saya ke Madinah dan bertemu pada Rasulullah S.A.W. Saya berkata : Ya Rasulullah apakah kau masih ingat pada saya ?

Jawabnya : Ya, kau yang telah menemui saya di Mekkah. Lalu saya berkata : Ya Rasulullah beritahukan kepada saya apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan belum saya ketahui. Beritahukan kepada saya tentang shalat ? Jawab Nabi : Shalatlah waktu Shubuh, kemudian hentikan shalat hingga matahari naik tinggi sekadar tombak, karena pada waktu terbit matahari itu seolah-olah terbit di antara dua tanduk syaitan, dan ketika itu orang-orang kafir menyembah sujud kepadanya.

Kemudian setelah itu kau boleh shalat sekuat tenagamu dari sunnat, karena shalat itu selalu disaksikan dan dihadiri Malaikat, hingga matahari tegak di tengah-tengah, maka di situ hentikan shalat karena pada saat itu dinyalakan Jahannam, maka bila telah telingsir dan mulai ada bayangan, shalatlah, karena shalat itu selalu disaksikan dan dihadiri Malaikat, hingga shalat Asar. Kemudian hentikan shalat hingga terbenam matahari, karena ketika akan terbenam matahari itu seolah-olah terbenam di antara dua tanduk syaithan dan pada saat itu bersujudlah orang-orang kafir.

Saya bertanya : Ya Nabiyullah : Ceriterakan kepada saya tentang wudlu' ! Bersabda Nabi : Tiada seorang yang berwudlu' lalu berkumur dan menghirup air, kemudian mengeluarkannya dari hidungnya melainkan keluar semua dosa-dosa dari mulut dan hidung. Kemudian jika ia membasuh mukanya menurut apa yang diperintahkan Allah, jatuhlah dosa-dosa mukanya dari ujung jenggotnya bersama tetesan air. Kemudian bila membasuh kedua tangan sampai kedua siku, jatuhlah dosa-dosa dari ujung jari-jarinya bersama tetesan air. Kemudian mengusap kepala maka jatuh semua dosa dari ujung rambut bersama tetesan air, kemudian membasuh dua kaki ke mata kaki, maka jatuhlah semua dosa kakinya dari ujung jari bersama tetesan air. Maka bila ia shalat sambil memuja dan memuji Allah menurut lazimnya, dan membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah, maka keluar dari semua dosanya bagaikan lahir dari perut ibunya " ( HR. Muslim )

(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, e-mail : Riyadi_albatawy@yahoo.co.id)



Rahasia Sholat 5 Waktu



Ali bin Abi Talib r.a. berkata, "Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, 'Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah SAW bersabda, 'Silahkan bertanya.'

Berkata orang Yahudi, 'Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.'

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.'

Rasullullah SAW bersabda, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'

Sabda Rasullullah saw lagi, 'Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'

Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.'

Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.'

Sabda Rasullullah saw seterusnya, 'Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'

Sabda Rasullullah saw, 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.

Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.'

Kata orang Yahudi lagi, 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.'

Sabda Rasullullah saw, 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:


1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.'

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.'

Sabda Rasullullah saw, 'Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).'

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).'

Sedikit peringatan untuk kita semua: "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Surah Al-Baqarah: ayat 286)

(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, e-mail : Riyadi_albatawy@yahoo.co.id)



Mengapa Harus Sholat Shubuh ?



Dirikanlah shalat di waktu tergelincir matahari sampai gelap malam, dan dirikanlah shalat Subuh, sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan. (Qs. Al-Israa’ :78)

Ahad lalu saya shalat ‘Ashar berjamaah di mushalla pribadi pak Syamsi. Ikut serta diantaranya Iwan, anak remaja pak Syamsi, dan Adi sahabat Iwan, juga Luthfie dan pak Mustopha tetangga terdekat keluarga pak Syamsi. Mushalla pribadi milik pak Syamsi adalah sebuah bangunan semi permanen yang didominasi warna ungu, terletak terpisah dari bangunan utama, dan merupakan bangunan yang berada paling depan. Dengan menempatkan mushalla di bagian depan, pak Syamsi bermaksud mengingatkan siapa saja yang memasuki pekarangan rumahnya untuk menunaikan kewajiban shalat lima waktu. Mengapa warna ungu yang dipilih, bukan hijau atau putih ? Pak Syamsi menjelaskan, pada dasarnya semua warna adalah ciptaan Allah, dan setiap ciptaan Allah adalah indah. Tidak ada warna hitam khusus untuk kematian, tidak ada warna pink khusus untuk valentine.

Warna ungu bukan pilihan yang disengaja tetapi memang hanya warna itulah yang disumbangkan tetangga sebelah. Dengan alasan, antara lain untuk memberikan efek eye catching, sehingga siapa saja yang melintas di sekitar itu akan memalingkan mukanya dan mengarahkan sorot matanya kepada bangunan bernuansa ungu tadi. Memang bangunan sederhana itu begitu menonjol dibanding bangunan utama yang putih bersih. Dinding mushalla boleh berbeda warna, namun Islam tetap satu tidak warna-warni. Sarung, kopiah dan baju koko boleh berbeda warna, namun aqidah tetap satu. Islam sejak Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad saw adalah petunjuk yang satu karena bersumber dari Allahu Ahad.

Seusai shalat ‘Ashar, setelah puji dan doa kepada Allah ditunaikan, Adi bertanya kepada pak Syamsi, ‘Paman, mengapa kita diwajibkan shalat pada pagi hari sekali (Subuh), bukankah Allah terbebas dari dimensi waktu dan ruang…?’
Menurut Adi, kewajiban shalat pagi hari sekali (Subuh) itu sangat memberatkan dan tidak realistis, mengingat Allah yang kita sembah tidak dipengaruhi oleh dimensi waktu, oleh karenanya kapanpun kita shalat bagi Allah sama saja. Kesan seperti itu memang khas Adi. Ia adalah mahasiswa baru di sebuah Universitas negeri. Adi saat ini sedang sibuk-sibuknya menulis beberapa paper yang ditugaskan dosen-dosennya. Sehingga, ia harus tidur larut dan seringkali sulit bangun ketika adzan Subuh memanggil. Untungnya Adi punya ibu yang shalehah, yang setiap hari siap menyentakkan tidurnya dan mengingatkan Adi untuk shalat Subuh sejenak, kemudian melanjutkan tidur secukupnya, sehingga Adi punya cukup tenaga untuk melanjutkan menulis paper dan menyimak perkuliahan.
Shalat merupakan kewajiban yang ditentukan Allah (Qs. 2:43). Dan shalat itu merupakan kewajiban yang ditentukan waktunya (Qs. 4:103). Bahkan Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah bertasbih, shalat, dan berdoa menurut cara masing-masing (Qs. 24:41). Kilat yang menyambar-nyambar dan menghasilkan listrik, angin yang berhembus dan menyebabkan terjadinya proses pembuahan pada tetumbuhan, matahari yang berputar dan bersinar sehingga terjadi proses fotosintesis, itu adalah cara mereka bertasbih, berdoa, shalat, ruku’ kepada Allah Sang Maha Pencipta. Allah menetapkan ketentuan-Nya kepada makhluk-makhluk itu dengan ketetapan yang paten, pasti, sebuah default tanpa option, sebuah keniscayaan tanpa alternatif. Berbeda dengan itu, Allah memberikan kepada manusia free will. Manusia bisa saja tidak memenuhi kewajiban shalat, dengan risiko digolongkan kafir dan dijadikan penghuni neraka jahannam. Itulah ‘kelebihan’ manusia.

Manusia bisa saja merumuskan hukum baru bagi shalat, sebagaimana disesatkan oleh aliran Isa Bugis, yang menyatakan shalat belum wajib karena saat ini umat Islam masih berada pada periode Mekkah. Apabila seseorang melakukan shalat pada periode ini, maka ia seperti shalat di tempat sampah. Seorang publik figure yang tokoh sebuah LSM (maaf tidak kami sebut namanya), tanpa rasa malu dan tanpa beban pernah menyatakan pada sebuah televisi swasta, bahwa ia yang dulu rajin menjalankan shalat dan membaca al-Qur’an, kini tidak lagi mempraktekkan ritual shalat yang dianggapnya konvensional. Baginya, amalan sosial adalah praktek shalat yang sesungguhnya. Ada kemiripan dengan kesesatan yang di ajarkan Isa Bugis di atas.
Mungkin tokoh LSM tersebut banyak mendapat contoh negatif dari lingkungan terdekatnya. Boleh jadi ia sering bergaul dengan orang munafiq yang shalatnya bukan karena Allah, sehingga tak membekas dalam praktek sosial yang riel. Boleh jadi dia telah terburu-buru menyimpulkan dan menggeneralisir keberadaan sebuah noktah pada sebah komunitas sebagai bagian utuh yang menyeluruh dari sebuah masyarakat Islam yang luas. Padahal, alangkah bijaksananya bila dia meluangkan sedikit waktu untuk eksplorasi, sehingga memperoleh gambaran riel tentang keberadaan sekelompok orang dalam sebuah komunitas yang selain benar shalatnya juga benar amalan shalihnya.

Kepada Adi Pak Syamsi menjelaskan, bahwa waktu-waktu shalat termasuk shalat Subuh merupakan ketetapan Allah, sebagaimana bisa dirujuk kepada Al-Qur’an surat 17:78 “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” Dan Rasulullah hanya menjalankan ketentuan tersebut. Hikmah shalat antara lain melatih kedispilinan dalam soal waktu. “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Qs. 11:114). Sekitar satu jam dua puluh menit sebelum matahari merekah/terbit, itulah yang dinamakan Subuh. Ketika itu, malaikat malam dan malaikat siang berkumpul untuk shalat bersama sebelum berganti tugas. Mengapa sepagi itu kita diwajibkan shalat ? Kepada Adi Pak Syamsi menjelaskan. Bahwa manusia memang makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun kesempurnaan itu tergolong relatif, dalam arti tak bebas dari kekurangan bila dibandingkan dengan makhluk lain.
Misalnya, bila dibandingkan dengan ayam, manusia yang sempurna tadi ternyata masih belum mampu menandingi kedisiplinan ayam, yang secara teratur bangun pagi di waktu fajar, yaitu sekitar 10 menit sebelum masuk waktu Subuh atau sekitar satu setengah jam sebelum matahari terbit. Kepada Adi dan Iwan Pak Syamsi menjelaskan, ‘kewajiban shalat Subuh yang ditentukan Allah barangkali untuk memberikan pelajaran kepada kita, bahwa sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna, tidak ada alasan bagi kita untuk bersikap sombong, karena sebagian besar dari kita tidak lebih taqwa dari ayam.’

Ciri khas orang yang berzikir antara lain : bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya rahmat dan pikirannya husnudzhan (baik sangka). Selain itu, tanda yang lain yaitu : hatinya do’a , tangannya sedekah, kakinya jihad, kekuatannya silaturrahim, kerinduannya syari’at Allah dan kesibukannya asyik memperbaiki diri (introspeksi) .

(KH.Arifin Ilham)

Mengapa Harus Sholat Shubuh ?




Dirikanlah shalat di waktu tergelincir matahari sampai gelap malam, dan dirikanlah shalat Subuh, sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan. (Qs. Al-Israa’ :78)

Ahad lalu saya shalat ‘Ashar berjamaah di mushalla pribadi pak Syamsi. Ikut serta diantaranya Iwan, anak remaja pak Syamsi, dan Adi sahabat Iwan, juga Luthfie dan pak Mustopha tetangga terdekat keluarga pak Syamsi. Mushalla pribadi milik pak Syamsi adalah sebuah bangunan semi permanen yang didominasi warna ungu, terletak terpisah dari bangunan utama, dan merupakan bangunan yang berada paling depan. Dengan menempatkan mushalla di bagian depan, pak Syamsi bermaksud mengingatkan siapa saja yang memasuki pekarangan rumahnya untuk menunaikan kewajiban shalat lima waktu. Mengapa warna ungu yang dipilih, bukan hijau atau putih ? Pak Syamsi menjelaskan, pada dasarnya semua warna adalah ciptaan Allah, dan setiap ciptaan Allah adalah indah. Tidak ada warna hitam khusus untuk kematian, tidak ada warna pink khusus untuk valentine.

Warna ungu bukan pilihan yang disengaja tetapi memang hanya warna itulah yang disumbangkan tetangga sebelah. Dengan alasan, antara lain untuk memberikan efek eye catching, sehingga siapa saja yang melintas di sekitar itu akan memalingkan mukanya dan mengarahkan sorot matanya kepada bangunan bernuansa ungu tadi. Memang bangunan sederhana itu begitu menonjol dibanding bangunan utama yang putih bersih. Dinding mushalla boleh berbeda warna, namun Islam tetap satu tidak warna-warni. Sarung, kopiah dan baju koko boleh berbeda warna, namun aqidah tetap satu. Islam sejak Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad saw adalah petunjuk yang satu karena bersumber dari Allahu Ahad.

Seusai shalat ‘Ashar, setelah puji dan doa kepada Allah ditunaikan, Adi bertanya kepada pak Syamsi, ‘Paman, mengapa kita diwajibkan shalat pada pagi hari sekali (Subuh), bukankah Allah terbebas dari dimensi waktu dan ruang…?’
Menurut Adi, kewajiban shalat pagi hari sekali (Subuh) itu sangat memberatkan dan tidak realistis, mengingat Allah yang kita sembah tidak dipengaruhi oleh dimensi waktu, oleh karenanya kapanpun kita shalat bagi Allah sama saja. Kesan seperti itu memang khas Adi. Ia adalah mahasiswa baru di sebuah Universitas negeri. Adi saat ini sedang sibuk-sibuknya menulis beberapa paper yang ditugaskan dosen-dosennya. Sehingga, ia harus tidur larut dan seringkali sulit bangun ketika adzan Subuh memanggil. Untungnya Adi punya ibu yang shalehah, yang setiap hari siap menyentakkan tidurnya dan mengingatkan Adi untuk shalat Subuh sejenak, kemudian melanjutkan tidur secukupnya, sehingga Adi punya cukup tenaga untuk melanjutkan menulis paper dan menyimak perkuliahan.
Shalat merupakan kewajiban yang ditentukan Allah (Qs. 2:43). Dan shalat itu merupakan kewajiban yang ditentukan waktunya (Qs. 4:103). Bahkan Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah bertasbih, shalat, dan berdoa menurut cara masing-masing (Qs. 24:41). Kilat yang menyambar-nyambar dan menghasilkan listrik, angin yang berhembus dan menyebabkan terjadinya proses pembuahan pada tetumbuhan, matahari yang berputar dan bersinar sehingga terjadi proses fotosintesis, itu adalah cara mereka bertasbih, berdoa, shalat, ruku’ kepada Allah Sang Maha Pencipta. Allah menetapkan ketentuan-Nya kepada makhluk-makhluk itu dengan ketetapan yang paten, pasti, sebuah default tanpa option, sebuah keniscayaan tanpa alternatif. Berbeda dengan itu, Allah memberikan kepada manusia free will. Manusia bisa saja tidak memenuhi kewajiban shalat, dengan risiko digolongkan kafir dan dijadikan penghuni neraka jahannam. Itulah ‘kelebihan’ manusia.

Manusia bisa saja merumuskan hukum baru bagi shalat, sebagaimana disesatkan oleh aliran Isa Bugis, yang menyatakan shalat belum wajib karena saat ini umat Islam masih berada pada periode Mekkah. Apabila seseorang melakukan shalat pada periode ini, maka ia seperti shalat di tempat sampah. Seorang publik figure yang tokoh sebuah LSM (maaf tidak kami sebut namanya), tanpa rasa malu dan tanpa beban pernah menyatakan pada sebuah televisi swasta, bahwa ia yang dulu rajin menjalankan shalat dan membaca al-Qur’an, kini tidak lagi mempraktekkan ritual shalat yang dianggapnya konvensional. Baginya, amalan sosial adalah praktek shalat yang sesungguhnya. Ada kemiripan dengan kesesatan yang di ajarkan Isa Bugis di atas.
Mungkin tokoh LSM tersebut banyak mendapat contoh negatif dari lingkungan terdekatnya. Boleh jadi ia sering bergaul dengan orang munafiq yang shalatnya bukan karena Allah, sehingga tak membekas dalam praktek sosial yang riel. Boleh jadi dia telah terburu-buru menyimpulkan dan menggeneralisir keberadaan sebuah noktah pada sebah komunitas sebagai bagian utuh yang menyeluruh dari sebuah masyarakat Islam yang luas. Padahal, alangkah bijaksananya bila dia meluangkan sedikit waktu untuk eksplorasi, sehingga memperoleh gambaran riel tentang keberadaan sekelompok orang dalam sebuah komunitas yang selain benar shalatnya juga benar amalan shalihnya.

Kepada Adi Pak Syamsi menjelaskan, bahwa waktu-waktu shalat termasuk shalat Subuh merupakan ketetapan Allah, sebagaimana bisa dirujuk kepada Al-Qur’an surat 17:78 “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” Dan Rasulullah hanya menjalankan ketentuan tersebut. Hikmah shalat antara lain melatih kedispilinan dalam soal waktu. “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Qs. 11:114). Sekitar satu jam dua puluh menit sebelum matahari merekah/terbit, itulah yang dinamakan Subuh. Ketika itu, malaikat malam dan malaikat siang berkumpul untuk shalat bersama sebelum berganti tugas. Mengapa sepagi itu kita diwajibkan shalat ? Kepada Adi Pak Syamsi menjelaskan. Bahwa manusia memang makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun kesempurnaan itu tergolong relatif, dalam arti tak bebas dari kekurangan bila dibandingkan dengan makhluk lain.
Misalnya, bila dibandingkan dengan ayam, manusia yang sempurna tadi ternyata masih belum mampu menandingi kedisiplinan ayam, yang secara teratur bangun pagi di waktu fajar, yaitu sekitar 10 menit sebelum masuk waktu Subuh atau sekitar satu setengah jam sebelum matahari terbit. Kepada Adi dan Iwan Pak Syamsi menjelaskan, ‘kewajiban shalat Subuh yang ditentukan Allah barangkali untuk memberikan pelajaran kepada kita, bahwa sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna, tidak ada alasan bagi kita untuk bersikap sombong, karena sebagian besar dari kita tidak lebih taqwa dari ayam.’

Ciri khas orang yang berzikir antara lain : bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya rahmat dan pikirannya husnudzhan (baik sangka). Selain itu, tanda yang lain yaitu : hatinya do’a , tangannya sedekah, kakinya jihad, kekuatannya silaturrahim, kerinduannya syari’at Allah dan kesibukannya asyik memperbaiki diri (introspeksi) .

(KH.Arifin Ilham)

Kedatangan Dajjal, Imam Al-Mahdi dan Nabi Isa AS



1. Dajjal

Dajjal adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan demikian karena ia menutupi kebenaran dengan kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal

Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan Dajjal.
Beliau bersabda : “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak (bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany)

Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata: Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya, berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak, seakan-akan matanya itu buah anggur yang mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237).

Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65)

Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak). Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah untuk mengalahkan kekuatan tersebut.

Hadits lainnya adalah hadits yang menjelaskan bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59)

Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan dan matinya pepohonan.

Hadits lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah karena para malaikan menjaganya.

Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495)

Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan Madinah. Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri tersebut ada malaikat yang menjaganya” (Shohih Muslim 18/83)

Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk membenarkan pengakuannya dan menarik orang-orang agar menjadi pengikutnya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman, lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al-Bany)

Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh dengan air, gunung dari roti. Ia akan menyuruh langit untuk menurunkan hujan, maka hujan pun turun dan menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman tersebut. Dan ia akan menempuh perjalanan dengan cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66)

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat itu berkata kepada Nabi Isa, ”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab, ”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri. Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”.

Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi)

2. Imam Mahdi

Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan, mentakwilkan atau menolaknya.

Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di akhir zaman, meski tidak ada riwayat yang memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah SAW.

Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan.

Diantara hadits itu antara lain :

Dari Ibnu Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku, namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al-Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya hasan shahih).

Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah Allah SWT.

Dari Ali bin Abi Tholib Ra ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: ” Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu malam” ( (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadis ini ditashih oleh Al-Bani dalam Shohih Al-Jami’ Ash-Shogir 6/22)

3. Nabi Isa

Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro adalah turnnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi muslimin atau bagian dari umat Islam, menghancurkan salib dan menghancurkan berhala. Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang bersumber dari Allah juga.

Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke bumi dengan membawa risalah dari langit.

Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita terapkan saat itu.

Semua keteragan itu kita dapatkan dari hadits-hatis Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain:

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as) menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi harta … (HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa)

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”.

Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi)

Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir. Juga buku Asyrotus-Saa’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdulloh bin Yusuf Al Wabil serta An-Nihayah Fil Fitan Wal malahim (fitnah dan huru hara) karya Ibnu Katsir.



URUTAN TANDA-TANDA HINGGA KIAMAT BESAR




Berdasarkan pendapat:
- Syaikh Nazim Al Haqqani
- Amin Muhammad Jamaluddin
- Muhammad Isa Dawud
- Nostradamus

Segala pujian hanyalah bagi ALLAH Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Agung. Satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Tidak ada sekutu bagi ALLAH sang penguasa alam ghaib, DIA pemilik segala rahasia dan ditangan ALLAH langit dan bumi. Salam dan selawat senantiasa tercurah kepada insan utama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam pemimpin kaum mukmin.

Untuk memudahkan pembaca memahami penafsiran hadis-hadis dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam yang telah dan akan kita sampaikan disini, maka kita akan menyampaikan terlebih dahulu rangkaian peristiwa yang terjadi menurut hadis Rasul, yang kita bagi menjadi 3 phase yaitu:
- Phase 1 adalah tanda-tanda kecil yang sudah terjadi hingga Perang Dunia 3
- Phase 2 adalah masa-masa emas Islam bersama Imam Mahdi dan Nabi Isa al Masih
- Phase 3 adalah tanda-tanda besar hingga berdirinya kiamat

Semoga dengan penafsiran yang diambil dari pendapat orang-orang pandai itu dapat kita jadikan sebagai renungan dan pelajaran, sudah seberapa banyakkah amalan dan ibadah yang kita kerjakan kepada ALLAH? Dan sudah siapkah diri kita apabila maut itu datang menjemput?
Semoga ALLAH subhanahu wa ta’ala memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.

Phase I
Urutan peristiwa ini dihitung dari seluruh tanda-tanda kecil kiamat hingga terjadinya peperangan besar yaitu Perang Dunia 3 yang merupakan tanda awal datangnya Imam Mahdi dan pembaiatan beliau oleh seluruh umat muslim di dunia.

Saat ini kita berdiri ditahun 2006, insya ALLAH yang akan kita dengar berita dunia selanjutnya adalah penyerangan Amerika dan sekutunya terhadap Syria, dengan dalih perang melawan terorisme internasional. Tujuan mereka selanjutnya yaitu menguasai Saudi Arabia, mungkin serangan Amerika ini hanya sebagai “bantuan” kepada seorang keluarga Kerajaan yang ingin berkuasa di Arab, kemudian mereka menyebut pemimpin baru ini sebagai “As Sufyani”.

Selanjutnya Amerika juga akan menyerang Iran yang diketahui mempunyai banyak nuklir. Turki yang berteman dengan Amerika akan mengambil alih Irak. Invasi Turki atas Irak ini akan menjadi dalih oleh Rusia untuk memasuki Turki. Pada saat Amerika berada di Iran, maka kaum Muslim Khurasan tentu akan melakukan perlawanan terhadap mereka. Pada saat yang bersamaan pula, Rusia menyerang Turki dan pangkalan militer Amerika disana. Dan serangan Rusia itu akan memancing dunia untuk terlibat dalam PD3.

Rusia-Perancis-Jerman-China-Korea akan berada pada blok WARSAWA, sedangkan Amerika-Inggris-Italy-Spanyol-Australia-Jepang-India berada pada blok NATO, sedangkan Arab yang dipimpin “As Sufyani” akan berpihak ke NATO. Pada perang ini masing-masing negara akan saling tembak dengan nuklir.

Phase II
Urutan peristiwa dihitung sejak terjadinya Perang Dunia 3 yang mana setelah perang ini maka Imam Mahdi akan datang.

Pada perang ini Rusia dan sekutunya akan kalah. PD3 ini hanya terjadi selama beberapa bulan saja, namun dunia akan penuh kehancuran. Setelah perang ini, masuklah musim haji dan Imam Mahdi akan bersama rombongan haji. Beberapa kejadian ajaib akan menandai kehadiran beliau yang akan diketahui oleh seluruh umat muslim dunia. Sesudah dibaiat, kemudian Imam Mahdi memimpin seluruh muslim untuk berperang menegakkan kalimat ALLAH selama 7 tahun.

Yellowstone Super Vulcano akan meledak pada zaman beliau, membakar 2/3 benua Amerika dan akan menghancurkan negara dajjal ini. Tidak ada lagi tempat dan pengikut buat Al Masih Dajjal kecuali ia harus keluar dari persembunyiannya di Amerika yang hancur lebur. Dajjal kemudian berkeliling dunia untuk menyebar kekafiran.

Setelah turunnya Nabi Isa Al Masih untuk membunuh Dajjal, Imam Mahdi menyerahkan kepemimpinan Islam ketangan Nabi Isa. Dan dibawah komando Nabi Isa Al Masih, seluruh umat Yahudi ditanah Palestina akan dibunuhi. Eropa akan diserang dan Vatikan Italy akan dihancurkan karena Nabi Isa akan mengambil naskah Injil asli dan Taurat asli di Vatikan ini. Injil dan Taurat Asli itu akan disebarkan sebagai kitab-kitab suci Umat Islam. Kemudian Nabi Isa akan memerintahkan untuk membunuhi umat Kristen (Nasrani) dan membunuhi babi, tidak ada pilihan bagi orang-orang kafir kecuali masuk Islam atau mati.

Phase III
Urutan peristiwa dihitung sejak wafatnya Imam Mahdi, kemudian Nabi Isa akan berhaji dan setelah itu beliau juga wafat. Kemudian seluruh ulama mursyid dan mujtahid juga akan diwafatkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala. Ilmu agama Islam akan benar-benar dicabut secara sempurna dan hilang dari muka bumi. Tinggallah yang hidup manusia yang terbagi dalam dua kelompok yaitu mukmin, dan munafik. Orang-orang mukmin akan tetap beribadah kepada ALLAH. Sedangkan orang-orang muslim munafik akan kembali menjadi kafir dan akan menjadi bertambah kejahilannya dengan berzina di pasar dan seperti hewan, meminum khamar, judi, berkelahi membunuh dan lain sebagainya.

Setelah puluhan tahun keadaan yang rusak begitu menjadi-jadi. Kemudian matahari terbit dari arah barat, maka berarti pintu tobat ditutup dan tidak ada lagi pengampunan dari ALLAH subhanahu wa ta’ala. Kemudian muncul makhluk (hewan) yang dapat berbicara, hewan ini akan memberi tanda kepada orang-orang Muslim dan kafir. Setelah ia menghilang, kemudian ALLAH menurunkan awan (asap) ke seluruh permukaan bumi yang akan mengakibatkan matinya seluruh manusia mukmin dan muslim.

Tinggallah di bumi manusia-manusia kafir yang akan hidup untuk beberapa puluh tahun lamanya. Mereka akan menghancurkan Ka’bah dan mesjid Nabi. Lalu ALLAH akan memberikan gempa-gempa ke seluruh bumi dan terakhir gempa di Arab yang kemudian disusul oleh keluarnya api dari negeri Yaman yang akan menghalau manusia berkumpul menuju Arafah. Lalu kehancuran alam semesta dimulai.
Wallahu a’lam