10 September 2008

Hakikat Muhammad


Syekh Abd-ul-Qādir Al-Jilānī (r.h.) dalam kitabnya Sirr-ul-Asrār berkata,
“Ketahuilah, semoga Allah memberikan engkau taufik kepada semua yang dicintai dan direlaiNya. Makhluk yang pertama yang diciptakan Allah adalah Rūh Muhammad (s.a.w.). Beliau diciptakan dari cahaya “keindahan” Allah. Sebagaimana firman Allah (s.w.t.) di dalam Hadis Qudsi, “Aku ciptakan rūh Muhammad dari cahaya DzātKu.” Nabi (s.a.w) bersabda, “Yang pertama di ciptakan Allah ialah rūhku. Dan yang pertama diciptakan Allah ialah cahayaku. Dan yang pertama diciptakan Allah ialah qalam (pena). Dan yang pertama diciptakan ِAllah ialah akal.”

Hakikat Muhammad itu disebut “cahaya”, karena bersih dari segala kegelapan yang menghalangi untuk dekat kepada Allah sebagaimana firman Allah, (قَد جَاءَ كُم مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ) “Telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.” (5:15) Hakikat Muhammad disebut juga akal karena ia yang menanggapi segala sesuatu.

Hakikat Muhammad disebut qalam (pena), karena ia yang menjadi sebab perpindahan ilmu. Rūh Muhammad adalah rūh yang termurni sebagai makhluk pertama dan asal seluruh makhluk, sesuai dengan sabda Rasul (s.a.w.), (أَنَا مِنَ اللَّهِ وَالمُؤمِنُونَ مِنِّي) “Aku dari Allah dan orang-orang mukmin dari aku.”

Dan dari rūh Muhammad itulah, Allah menciptakan semua rūh di alam”Lāhūt” (Ketuhanan) dalam bentuk yang terbaik yang hakiki. Itulah nama seluruh manusia di alam “Lāhūt”. Alam “Lāhūt” adalah negeri asal bagi seluruh manusia. Setelah empat ribu tahun. Allah menciptakan Arasy dari cahaya dzāt Muhammad (s.a.w). Begitu pula makhluk lain berasal dari dzāt Muhammad.”

Dengan pemahaman ini, berikan selawat dan salam dengan penuh rasa cinta dan hormat ke atas Mushthafā, sumber segala kejadian makhluk, sebuah salam yang sempurna.

Tarekat


Tidak ada komentar: